Sosialisasi Fitur Dialog Kinerja pada Sistem Informasi Kinerja Terpadu (SIKT)

Fitur Dialog Kinerja pada SIKT bertujuan  menyokong  proses monitoring dan evaluasi dalam pengelolaan kinerja baik organisasi maupun individu serta sebagai media diskusi antara atasan dan bawahan dalam penentuan indikator dan target kinerja  serta pengendalian capaian kinerja menjadi  lebih mudah  dan terdokumentasi. 


Biro Akuntabilitas Kinerja dan Reformasi Birokrasi (Biro AKRB) telah mengadakan sosialisasi fitur dialog kinerja pada SIKT. Pengembangan SIKT dengan penambahan fitur ini adalah hasil kolaborasi antara Pusdatin dengan Biro AKRB. Orientasi pengelolaan kinerja ASN berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara salah satunya dialog kinerja yang intens antara pimpinan dan pegawai.

Kegiatan yang digelar pada hari Kamis (08/09) di ruang rapat 3 Gedung III Sekretariat Kabinet secara luring dan daring ini diikuti oleh ± 158 peserta zoom dan dibuka secara langsung oleh Kepala Biro AKRB, Hendry Prihandono, S.Kom., M.Kom. dengan pembicara Kepala Subbagian Pengelolaan Data Kinerja, Bestari Sastra Setia, S.AP. dan Kepala Bagian Akuntabilitas Kinerja, Yunita Nurhartanti, S.E., M.M.

Sebelum sesi tanya jawab, pembicara menjelaskan lebih detail tentang fitur dialog kinerja dan penayangan video Tutorial Dialog Kinerja pada SIKT. Video tutorial dapat diakses pada aplikasi SIKT yaitu pada menu Data kemudian submenu Panduan. Fitur Dialog Kinerja dapat dilakukan dari atasan kepada bawahan (Top Down) dan juga sebaliknya (Bottom Up). 



Selain penambahan fitur dialog kinerja, terdapat pembaruan lain pada SIKT yang sebelumnya hanya menampilkan dashboard capaian outcome, ditambahkan dashboard capaian output dan realisasi anggaran dengan indikator warna capaian kinerja. SIKT sudah terintegrasi dengan aplikasi SAKTI sehingga akun Eselon II bisa men-tagging pagu anggaran otomatis terdapat realisasi anggaran di SIKT. 


SIKT akan disempurnakan ke depannya menjadi lebih baik untuk dapat mengidentifikasi tingkat efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran dan sebagai sarana penyampaian data pencapaian output per bulan yang saat ini masih dilaporkan secara manual.

Manfaat fitur Dialog Kinerja ini selain meningkatkan kinerja organisasi dan individu, juga dapat mendorong interaksi positif antara atasan dan bawahan serta dapat mengidentifikasi masalah, dan potensi/kompetensi pegawai sebagai salah satu alat dalam perencanaan pengembangan pegawai.

Sebagai penutup kegiatan, Kepala Biro AKRB berharap penggunaan fitur Dialog Kinerja ini dapat digunakan sehari-hari seperti aplikasi Sistem Informasi Persuratan Terpadu (SIPT) sebagai sarana dialog antara atasan dan bawahan yang dilakukan tidak hanya di awal tahun namun sepanjang tahun. (RTN)